Saturday, November 8, 2014

Menaklukkan beasiswa dengan ridho ibu

Assalamualaikum Wr Wb

sukses beasiswa luar negeriLama tidak mengunjungi halaman ini, semakin hari semakin sibuk dan alhamdulilah semua telah berubah, Allah SWT memberikan kesempatan bagi saya untuk melanjutkan study master di Prince Of Songkla University Thailand, disini saya harus berjuang untuk meraih mimpi, prinsip yang ada dipikiran saya adalah berani untuk mencoba hal-hal besar dan jangan pernah takut untuk bermimpi kita harus memiliki strategi untuk menggapai cita-cita dan pastinya harus rela mengambil resiko, memang tidak mudah untuk mengambil suatu keputusan, saya harus meninggalkan keluarga untuk study lanjut dan meninggalkan semua yang telah saya bangun saat ini beberapa project buku, editing, contributor dan admin didunia kepenulisan saya tinggalkan semuanya berat rasanya tapi itulah perjuangan namun saya tidak meningkalkan kewaiban yang telah sepakati masih ada 2 buku yang harus terbit tahun depan jadi untuk itu saya tidak bisa meninggalkannya..ehm jadi curhat nih..he tapi tak apalah..ok kita lanjut..
Sebenarnya menulis pengalaman disini juga atas permintaan dari kawan-kawan yang ingin sharing bersama saya, mereka banyak menanyakan bagaimana cara bisa sukses? Saya sampaikan bahwa tugas kita hanya berusaha dan Allah SWT yang menentukan kita layak sukses atau tidak tapi mimpi yang kita miliki harus di intepretasikan dalam doa yang selalu kita panjatkan pada Allah SWT dan tak lupa ridho orang tua juga tidak kalah pentingnya bagi kita. Sekedar cerita tahun lalu sebenarnya saya sudah mulai mencari beasiswa keluar negeri dan salah satunya di Saint Paul University Philipina dan mencoba untuk apply beasiswa dikti namun tidak berhasil dengan alasan bahwa universitas tersebut tidak lagi masuk dalam list dikti padahal banyak mahasiswa dari Indonesia yang kuliah disana sungguh tidak masuk akal bagi saya tapi saya tidak berputus saya hanya berfikir kok saya tidak lolos? Ada pertanyaan besar yang melingkupi hati, saya coba berfikir dan akhirnya teringat ketika saya meminta restu pada ibu, saya sedikti menemukan ekspresi yang tidak biasanya, saya menangakap bahwa ibu tidak mengizinkan saya untuk berangkat ke Filipina tapi karena beliau tahu tabiat saya , beliau mengiyakan saja, setelah mengingat kejadian itu saya langsung pulang kerumah dan meminta maaf pada ibu serta menanyakan apakah ibu tidak ridho kalau saya ke luar negeri? beliau menjawab “ iya ibu sebenarnya berat belum lagi istrimu hamil besar, apa gak lebih baik cari di Indonesia saja?” kemudian saya jelaskan yang intinya saya ingin mencoba hal-hal besar dikehidupan ini dan akhirnya beliau mengerti, tapi ditengah ketidak berhasilan saya ke Filipina ada hikmah besar didalamnya beberapa bulan setelah pengumuman Filipina diterjang oleh topan dahsyat yaitu topan haiyan dan wilayah yang terkena musibah tersebut dekat dengan kampus yang akan saya tempati nantinya saya tak henti-henti berucap syukur kalau mengingat kejadian tersebut.

sukses beasiswa luar negeriSetahun setelah itu saya mencoba kembali untuk apply ke Thailand tepatnya di PSU dengan mencoba beasiswa dari sana, kebetulan teman kakak ipar saya ada yang kuliah disana dan orangnya sungguh baik sekali..ehm untuk menjaga amal kebaikannya supaya tetap mengalir deras saya rahasiakan saja namanya..he karena dia pasti membaca tulisan ini..he yang jelas akan saya ingat sampai kapanpun, dengan dibantu beliau saya mulai mempersiapkan persyaratan dan semua yang dibutuhkan untuk pendaftaran dan tak lupa saya meminta kembali restu ibu mengapa bukan restu bapak?..he karena ayah saya sudah perpesan dimanapun kamu berada Allah SWT akan menjagamu” dalam masalah ini bapak lebih ikhlas, kemudia saya datang dan menyampaikan kalau saya ingin mencoba mendaftar ke Thailand dan saya sampaikan kalau ibu tidak ridho maka saya akan gagalkan, ibu Cuma tersenyum karena sudah tidak ada alasan lagi sekarang putra saya sudah lahir walau masih kecil tapi saya yakin istri saya cukup tabah karena kita sudah komitmen dari sejak awal pernikahan, pemikiran saya waktu itu semakin saya menunda untuk keberangkatan saya untuk study lanjut maka saya akan kalah dalam persaingan di dunia pendidikan karena peraturan pemerintah untuk tahun 2014 dosen sudah harus S2, akhirnya ibu merestui saya dan sudah bisa ditebak dalam pengumuman pada bulan juli 2014 nama saya tercantum sebagai penerima beasiswa PSU tahun 2014.
َوَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا-, عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ ) أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ
“Dari Abdullah Ibnu Amar al-’Ash Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Keridloan Allah tergantung kepada keridloan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.” Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.”


Hat Yai, Thailand, 8 November 2014

Kholid Rosyidi MN
Penulis dan Motivator
Fb:kholid rosyidi muhammad nur
Twitter: @kholidrosyidi

No comments:

Post a Comment