Wednesday, June 19, 2019

Refleksi 10 tahun seseorang yang kubanggakan (Alm Mbah Rasyid)


Hari ini tiba-tiba aku teringat akan kejadian 10 tahun yang lalu, ada seorang Laki-laki tua terbujur lemah dikamarnya dan ternyata disanalah dia menghembuskan nafas terakhirnya, hari itu begitu teduh nan cerah hingga banyak orang yang datang bertakziah, dalam kerumunan itu aku menjadi salah satu orang yang menangis karena kepergiaannya, dia kakekku atau ayah dari ibuku, mengapa harus menangis!!, karena memiliki hubungan darah dengannya? Tidak, tapi lebih dari itu, pikiranku melayang karena hari itu usiaku sudah cukup dewasa untuk merasakan  kenangan dan menyingkap memori masa kecil dikepalaku.

Penampilan cukup sederhana layaknya laki-laki tua seumurannya, cukup kopyah warna hitam, baju koko warna putih dan sarung kotak-kotak kombinasi biru, coklat dan hitam, kedatangannya selalu membawa kebahagiaan bagiku, sejak kecil aku sering datang kerumahnya bukan untuk apa, misiku hanya untuk minta uang padanya, ini dia kehebatan yang dimilikinya dan sangat menarik bagi anak-anak tentunya, dia selalu tahu kalau aku sedang tidak punya uang, jadi aku cukup lewat didepannya maka dia pasti akan mengeluarkan segepok uang yang diikat pakai karet gelang tersimpan disaku baju koko miliknya dan mengambil beberapa lembar untuk diberikan padaku setelah itu aku pasti bahagia karena uang itu pasti ku gunakan untuk main PS.

Tuesday, March 26, 2019

INSPIRASI BAGI YG INGIN SUKSES DALAM KULIAH

"Dulur" kata yang selalu diucapkan ketika menyapa teman-teman di Asrama Akper Universitas Muhammadiyah Surabaya, Ali adalah sosok laki-laki sederhana.
"Kalau km enak dulur, punya saudara yang kerja di instansi pemerintah, kalau q gak punya" kata ali kepadaku, ali berasal dari sebuah tempat dipesisir lamongan yaitu paciran, walau berasal dari kampung tapi cita-citanya untuk kuliah luar biasa, q tahu dia berasal dari keluarga sederhana dan karena itu juga dia sadar bahwa dia harus menghemat kebutuhannya ketika kuliah, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan kuliah yang diberikan orangtuanya dengan susah payah.
"Aku puasa dulur" ucapannya ketika kami ingin mengajaknya makan diluar, q dan teman-teman sering makan malam bersama namun Ali tidak seperti kita karena dia memiliki penanak nasi dan cukup membeli lauk dipagi hari selebihnya dia Puasa.
Sama sepertiku untuk urusan kuliah dia rata-rata tapi untuk urusan organisasi dia jagonya, dia pernah menjadi ketua Osis, menjabat sebagai wakil presiden BEM, pengurus IMM, pengurus senat dan banyak lagi.
Kelebihannya dia bisa menggerakkan teman-teman dalam suatu even tanpa merasa tersakiti.
Lulus dari D3 dia bekerja sebagai perawat puskesmas uang hasil kerja dipuskesmas dia gunakan untuk melanjutkan kuliah S1 Keperawatan, setelah lulus Ali bekerja disalah satu Rumah Sakit milik pemerintah di Surabaya, bakat organisasinya tetap dia jalankan dengan mendirikan CV Menara Indonesia yang bergerak di Even Organizer (EO) seputar kesehatan mulai dari pelatihan motivasi, rumah luka, penulisan buku, kaos, makanan dan lain sebagainya, khusus pelatihan dalam setahun ali bisa mengadakan pelatihan 4-5 kali dengan ratusan bahkan ribuan peserta.
Berkat kerja kerasnya sekarang dia sudah memperoleh hasil dari apa yang dulu di cita citakan, rahasia suksesnya adalah prihatin terhadap kehidupan diri dan keluarga dengan menunda kebahagiaan.

Salut buat Ali Maghfuri
Direktur Menara Indonesia