Monday, June 18, 2018

Ra’is, Rasyid dan Daliman

My Father
“Ada seseorang yang hidup serba kekurangan tapi sukses mendidik anak-anaknya, ada seseorang yang hidup berkecukupan tapi gagal mendidik anak-anaknya, apa yang membedakan? Tanggung jawab” (KH Hasyim Muzadi)
Kalimat penuh makna itu saya ambil dari Almarhum KH Hasyim Muzadi mantan ketua PBNU 1999-2010, pertanyaannya tanggung jawab apa yang diperlukan oleh orang tua terhadap anaknya? Pertanyaan ini tarlintas kuat dibenakku dan terjawab oleh ketiga orang yang telah memberikan panutan yang mungkin bisa kita ambil manfaatnya, ketiga orang tersebut yaitu Ra’is, Rasyid dan Daliman, orang yang aku ketahui riwayat hidupnya dari orang terdekat yang bercerita kepadaku. Mereka memiliki kemampuan mendidik anak yang luar biasa bagiku ditengah keterbatasan dan ketidak mampuan yang ada saat itu. Inilah makna tanggung jawab yang dimiliki mereka Keras/Tegas, Disiplin dan Ikhlas pada Allah SWT.
Ra’is hanyalah seorang tukang sayang (pembuat alat-alat dapur dari aluminium) yang memiliki kerja sampingan sebagai tukang gali sumur, hidupnya pas-pasan dengan lima orang anak, dia mendidik anaknya dengan keras/tegas dan disiplin mengharuskan anak-anaknya untuk sholat lima waktu, wajib sholat malam jam 3 pagi sampai sholat subuh dan tidak boleh tidur, jeda magrib sampai Isya wajib membaca Al-Quran dan tidak diperbolahkan makan kalau belum selesai membaca Quran, Ra’is juga begitu ikhlas membatu sesama dan tak segan untuk mengangkat saudara dan ponakannya untuk tinggal bersama dan menanggung kebutuhan hidup dan pendidikannya, dia juga rela menghibahkan tanahnya hanya untuk saudara yang tidak mampu, sampai akhir khayatnya dia hidup dalam keadaan miskin tapi dengan kelima anak yang sukses dengan tidak pernah meninggalkan sholat dan membaca Alquran, sering aku melihat anaknya mengaji sambil duduk menuggu pembeli di toko klontong miliknya Mak Wak aku menyebutnya, usianya 83 tahun tapi penglihatan dan daya ingatnya luar biasa.