Saturday, January 14, 2017

BALADA WARUNG KOPI - BERATNYA HIDUP KAUM YG KATANYA KELAS BAWAH

Hari libur tak lengkap tanpa jalan2, bagiku jalan2 tak perlu jauh aku memutuskan untuk melewati hamparan sawah dan indahnya pegunungan dekat rumah, lelah menelusuri perkampungan aku memutuskan untuk memarkir sepeda motorku tepat disebelah sepeda butut diwarung kopi pertigaan desa nan sepi.

"Longgu cong" artinya silahkan duduk nak
ibu paruh baya pemilik warung mempersilahkan duduk dan menyapaku dengan senyumannya, logatnya tak seperti orang dekat rumah karena berayun2 keliatnya dari kota sebelah, situbondo.

"Teh buk" jawabku, aku memang tidak suka minum kopi selain cafein yg bisa membuatku tak tidur seharian alasan lain adalah kopi tidak cocok bagi orang yg sedang kehausan sepertiku.
Kemudian aku duduk di kursi kayu tua sepanjang 1,5 meter, disebelahku ada bapak-bapak mungkin usia 40-an duduk bersila dengan kopi dan rokok ditangannya, memandangku dengan senyuman mengepul akibat asap rokok.
"Sebereng ongge gi bek?" semua barang naik ya kak, begitulah kira-kira arti pertanyaan orang tua disebelahku dengan pemilik warung.

Selanjutnya pemilik warung menjawab dan bercerita keadaannya akhir2 ini, mereka berdua saling sahut menyahut berbagi keluh kesah, ekspresi mereka datar dengan penuh kegetiran hidup, miris tapi aku tak tahu harus berbuat apa aku hanya terdiam menikmati teh dan tahu goreng dihadapanku, mereka bilang sehari kadang tidak dapat penghasilan apapun namun yang membuatku teryuh adalah kalimat terakhir yang aku dengar "nyareh saebuh ropia beih mak jen seret semangken mik perrenah BBM" artinya cari seribu rupiah kok sulit sekali sekarang mungkin karena BBM,
aku sudah tidak peduli mungkin karena terlalu banyak yg aku dengar, kisah mereka menjadi kisah klise bagiku dan seperti biasa aku hanya bisa menjadi selemah2 iman yaitu meminta ampun pada Allah SWT karena tidak bisa berbuat apa2.


Sekian, cukup sudah mari kita berdoa untuk kebaikan bangsa ini semoga selalu dirahmati dan di berkahi Allah SWT, karena mengeluh tidak menyelesaikan masalah, mari kita tetap optimis.
Ending cerita - aku manghabiskan teh dengan 3 buah gorengan kemudian pulang kerumah dan tidur pulas, itu saja.
Tamat