Wednesday, June 19, 2019

Refleksi 10 tahun seseorang yang kubanggakan (Alm Mbah Rasyid)


Hari ini tiba-tiba aku teringat akan kejadian 10 tahun yang lalu, ada seorang Laki-laki tua terbujur lemah dikamarnya dan ternyata disanalah dia menghembuskan nafas terakhirnya, hari itu begitu teduh nan cerah hingga banyak orang yang datang bertakziah, dalam kerumunan itu aku menjadi salah satu orang yang menangis karena kepergiaannya, dia kakekku atau ayah dari ibuku, mengapa harus menangis!!, karena memiliki hubungan darah dengannya? Tidak, tapi lebih dari itu, pikiranku melayang karena hari itu usiaku sudah cukup dewasa untuk merasakan  kenangan dan menyingkap memori masa kecil dikepalaku.

Penampilan cukup sederhana layaknya laki-laki tua seumurannya, cukup kopyah warna hitam, baju koko warna putih dan sarung kotak-kotak kombinasi biru, coklat dan hitam, kedatangannya selalu membawa kebahagiaan bagiku, sejak kecil aku sering datang kerumahnya bukan untuk apa, misiku hanya untuk minta uang padanya, ini dia kehebatan yang dimilikinya dan sangat menarik bagi anak-anak tentunya, dia selalu tahu kalau aku sedang tidak punya uang, jadi aku cukup lewat didepannya maka dia pasti akan mengeluarkan segepok uang yang diikat pakai karet gelang tersimpan disaku baju koko miliknya dan mengambil beberapa lembar untuk diberikan padaku setelah itu aku pasti bahagia karena uang itu pasti ku gunakan untuk main PS.